Kisah Nabi Syuaib AS Disuruh Sembah Pohon Ketika Peringatkan Kaum Kafir BerJualan Curang, Azab Pun Datang

kabah 02

Nabi Syuaib merupakan nabi yang diutus kaum Madyan dan Aikah menurut Islam, dia diangkat menjadi nabi pada tahun 1550 SM. Nabi Syuaib dahulu tinggal di kota Madyan yang sekarang terkenal dengan sebutan Yordania.

Pada saat itu, semua masyarakat di kota Madyan rata-rata kafir kepada Allah SWT. Para kaum kafir tersebut juga menyembah pohon lebat yang sering mereka sebut dengan julukan Aykah. Pohon tersebut dikelilingi semak berlukar.

Kaum kafir yang selalu berbuat kemaksiatan

 Para penduduk kafir sering melakukan berbagai kemaksiatan, seperti membajak dan merampas harta manusia yang kebetulan lewat di depan mereka. Mereka juga sering berkelakuan buruk dengan sesama manusia, mereka sering menipu dalam urusan jual beli, dan sering mengurangi takaran dan timbangan.

Melihat kejadian tersebut, maka Allah SWT mengutus seorang nabi dari kalangan mereka bernama Nabi Syuaib untuk mengajak mereka beribadah kepada Allah. Beliau mulai mengajak dan melarang kaum kafir untuk mengurangi takaran dan timbangan serta melarang melakukan pembajakan dan perbuatan buruk lainnya.

Allah berfirman dalam Alquran surat Al-A’raf ayat 85-86:

wa-ilaa madyana akhaahum syu’ayban qaala yaa qawmi u’buduu allaaha maa lakum min ilaahin ghayruhu qad jaa-atkum bayyinatun min rabbikum fa-awfuu alkayla waalmiizaana walaa tabkhasuu alnnaasa asyyaa-ahum walaa tufsiduu fii al-ardhi ba’da ishlaahihaa dzaalikum khayrun lakum in kuntum mu/miniina

“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syuaib. Dia berkata, ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.” (QS Al-A’raf ayat 85)

walaa taq’uduu bikulli shiraathin tuu’iduuna watashudduuna ‘an sabiili allaahi man aamana bihi watabghuunahaa ‘iwajan waudzkuruu idz kuntum qaliilan fakatstsarakum waunzhuruu kayfa kaana ‘aaqibatu almufsidiina

“Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS Al-A’raf ayat 86)

Nabi Syuaib adalah seorang laki-laki yang sangat jujur dan terpercaya diantara kaumnya. Beliau adalah orang yang selalu beribadah kepada Allad SWT dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada semua orang yang dia kenal.

Peringatan tulus dan sayang diberikan Nabi Syuaib kepada penduduk Madyan, tidak dianggap sama sekali. Mereka menganggap jika urusan perdagangan tidak ada kaitannya dengan keimanan. Namun Nabi Syuaib tidak pernah menyerah untuk terus berdakwah kepada kaumnya yang sesat.

Nabi Syuaib diancam dan ditantang

Hingga pada suatu ketika, mereka mengancam Nabi Syuaib jika masih saja terus menerus mengusik cara mereka jual beli. Mereka mengancam akan mengusir nabi Syuaib jika beliau tidak mau menyembah pohon akhyat dan benda benda mati seperti mereka. Dengan sombong mereka menantang nabi Syuaib untuk mendatangkan azab.

Nabi Syuaib pasrah mendengar kaum Madyan yang sombong. Lalu beliau menyerahkan semua kepada Allah. Kemudian Allah memerintahkan nabi Syuaib bersama pengikutnya untuk meninggalkan kota Madyan.

Setelah Nabi Syuaib dan pengikutnya meninggalkan kota Madyan, tiba-tiba terlihat awan tebal bergulung-gulung di langit kota itu. Para kaum kafir, mengira bahwa awan tebal tersebut pertanda akan turun hujan, namun di balik awan tebal tersebut terdengar suara petir yang sangat keras dan menggelegar.

Suara itu begitu keras dan membinasakan semua orang yang mendengarnya. Semua penduduk kafir seketika mati di tempat masing-masing ketika mendengar suara petir tersebut. Semua penduduk tewas, seperti tidak pernah ada manusia yang pernah menghuni di kota tersebut.

Allah berfirman dalam Alquran surat Hud ayat 89-90:

wayaa qawmi laa yajrimannakum syiqaaqii an yushiibakum mitslu maa ashaaba qawma nuuhin aw qawma huudin aw qawma shaalihin wamaa qawmu luuthin minkum biba’iidin

“Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu”. (QS Hud ayat 89).

waistaghfiruu rabbakum tsumma tuubuu ilayhi inna rabbii rahiimun waduudun

“Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih”. (QS Hud ayat 90).

Dan juga masih dalam surat yang sama, Allah berfirman dalam Alquran surat Hud ayat 93-95:

wayaa qawmi i’maluu ‘alaa makaanatikum innii ‘aamilun sawfa ta’lamuuna man ya/tiihi ‘adzaabun yukhziihi waman huwa kaadzibun wairtaqibuu inne ma’akum raqiibun

“Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu”. (QS Hud ayat 93).

walammaa jaa-a amrunaa najjaynaa syu’ayban waalladziina aamanuu ma’ahu birahmatin minnaa wa-akhadzati alladziina zhalamuu alshshayhatu fa-ashbahuu fii diyaarihim jaatsimiina

“Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya”. (QS Hud ayat 94).

ka-an lam yaghnaw fiihaa alaa bu’dan limadyana kamaa ba’idat tsamuudu

“Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa”. (QS Hud ayat 95).

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Pos ini dipublikasikan di Kisah Nabi & Sahabat, Muallaf Non-Indonesia dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s