Kara Alluozi, Wanita AS Jadi Mualaf Usai Anak Masuk Sekolah Islam

Kara Alluozi-wanita-as-jadi-mualaf-berkat-anak-masuk-sekolah-islam-

Keputusan menyekolahkan anak di sekolah Islam membawa seorang wanita Amerika Serikat memeluk Islam. Padahal keraguan sempat melanda wanita tersebut.

Wanita itu adalah Kara Allouzi, 45 tahun, mengaku belum memeluk Islam ketika menikahi seorang pria muslim. Kara diberikan kebebasan memilih agama sesuai keinginannya.

Seiring dengan berjalannya waktu, perilaku suami dan anaknya berpengaruh besar pada cara pandang Kara.

“Saya dari Amerika, lahir dan besar sebagai orang Amerika. Saya menjadi muslim pada 1993,” kata Kara seperti dikutip laman Onislam.net, Rabu, 22 April 2015 lalu. Kara mengaku dirinya memang mulai mempelajari Islam ketika menikahi suaminya.

“Suami saya jadi sedikit contoh muslim yang baik. Dia tak pernah mendorong, memaksa, atau berperilaku seperti itu kepada saya,” kisahnya.

Suatu ketika, suami Kara mengidap penyakit yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit. Dalam sakitnya, sang suami berpesan agar anaknya disekolahkan di sekolah Islam.

Melihat kondisi suami yang sakit, Kara pun menuruti pesannya tersebut. Kebetulan ada sekolah Islam yang memang tengah membuka pendaftaran.

Batin Kara sebetulnya menolak menyekolahkan anaknya di sekolah Islam. Dirinya khawatir akan merasa menjadi “orang luar” karena suami, dan anaknya yang kemungkinan ikut memeluk Islam.

Namun hidayah justru menyapanya usai menyekolahkan anaknya tersebut. Sekolah yang dipilih Kara ternyata menyajikan keindahan sebuah agama.

“Begitu saya memasukan dia ke sekolah, saya menyaksikan betapa indahnya Islam,” kata Kara.

Meski dipenuhi dengan moralitas yang bersandarkan pada kepercayaan Islami, hati Kara masih merasa belum lengkap. Kara pun memutuskan mencari petunjuk untuk memenuhi kehampaan tersebut.

“Orang tua membesarkan saya dalam lingkungan Kristen. Di saat yang sama mereka juga mengajarkan saya sebagai seorang muslim,” katanya.

Dengan latar belakang itu, Kara mengaku selama ini sebetulnya dia hidup dalam lingkungan Islam. Namun dia mengaku kebingungan mencari Islam. Sekolah Islam anaknya-lah yang akhirnya membuat dia tak lagi ragu untuk memeluk Islam. (Onislam.net)

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Pos ini dipublikasikan di Muallaf Non-Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s