Cincin Berpahat ‘Allah’ Berusia 1000 Tahun di Swedia, Bukti Bangsa Viking Pemeluk Islam?

cincin-allah-berusia 1000 thn di-swedia-bukti-bangsa-viking-pemeluk-islam

Cincin Berpahat ‘Allah’ Berusia 1000 Tahun di Swedia. (Dailymail).

Salah satu bangsa pelaut kuno yang paling terkenal dari Eropa, Viking, adalah suku bangsa dari Skandinavia yang berprofesi sebagai pedagang, peladang, dan paling terkenal sebagai perompak pada tahun 800 dan 1050 M ternyata mempunyai keterkaitan dengan dunia Islam.

Lewat penemuan cincin berusia 1.000 tahun berlafazkan nama Allah di areal pemakaman Viking abad ke-9 di Swedia, apakah bangsa Viking disebut sebagai pemeluk Islam. Benarkah demikian?

Cincin kuno 1.000 tahun itu ditemukan di sebuah makam wanita Viking kuno yang terdapat di Swedia. Menariknya, cincin dari batu kaca berwarna merah muda, di cincin itu bertuliskan huruf Arab kuno yang mempunyai arti ‘untuk Allah’ atau ‘Allah’.

Para peneliti di Universitas Stockholm menggunakan mikroskop elektron untuk menentukan materi cincin.

Cincin dari kaca, yang sebelumnya diduga sebagai batu Amethyst berwarna violet, namun berdasarkan penelitian selanjutnya, disimpulkan jika cincin itu adalah kaca dari bahan eksotis, pada saat itu.

Fakta dimana bangsa Skandinavia di era Viking telah lama menempa kaca, ikut menguatkan teori bila sebagian bangsa pelaut itu adalah pemeluk Islam.

Akan tetapi ilmuwan dari Universitas Stockholm mempunyai pemikiran lain. Mereka mengungkapkan bila bangsa Viking mungkin bukan pemeluk Islam, namun berdagang dengan bangsa dari peradaban Islam, seperi Mesir.

cincin-allah-berusia 1000 thn di-swedia-bukti-bangsa-viking-pemeluk-islam zoomed

Cincin Berpahat ‘Allah’ Berusia 1000 Tahun di Swedia. (Dailymail).

Teks-teks kuno juga menyebutkan, sejak 3.400 tahun silam, bangsa Viking memang diketahui sudah melakukan perdagangan benda-benda berbahan kaca dengan pedagang Mesir dan Mesopotamia (sekarang Irak) pada 3.400 tahun yang lalu.

“Cincin itu mungkin adalah bukti fisik dari hubungan antara era Viking dengan dunia Islam,” tulis ilmuwan Universitas Stockholm dalam jurnal penelitian mereka, Daily Mail (16/03/2015).

Sebagai satu-satunya cincin bertuliskan huruf Arab yang ditemukan di situs arkeologi purbakala bangsa Viking di Skandinavia, membuat cincin itu menjadi salah satu jendela sejarah paling penting di dunia.

Analisa yang lebih lanjut, cincin itu ternyata jarang dipakai oleh pemiliknya. Bagian dalam cincin yang terbuat dari perak bermutu tinggi, masih utuh. Kemungkinan cincin ini masih baru, dan menjadi benda berharga dari seorang wanita Viking.

Sejatinya cincin yang ditemukan itu sudah ditemukan sejak abad 18, selama penggalian dari pusat perdagangan Viking di Birka, Swedia, tetapi baru belakangan ini penelitian lebih detail tentang cincin itu dikuak ke publik.

Baru-baru ini, juga ditemukan perisai prajurit Viking, pada kuburan tahun 950 M, yang dalam tas kulitnya terdapat koin Islam. Arkeolog bernama Ingrid Ystgaard, mengatakan jika para peneliti belum menemukan siapa pemilik perisai itu. Yang pasti, pemiliknya adalah orang yang sering bepergian jauh dan kemungkinan telah meninggal dalam pertempuran, jika melihat adanya tanda bekas goresan pedang atau kapak pada perisai.

Kisah agama Islam bisa mencapai Bangsa Viking

Situs sciencenews.org (16/3/2015) lalu, menyatakan cincin itu membuktikan Bangsa Viking dan peradaban Islam benar-benar pernah bertemu pada abad ke-9 atau ke-10. Muncul dugaan, sebagian pelaut Viking masuk Islam.

Sejarawan Islandia Thorir Jonsson mengatakan hanya sebagian kecil pelaut Viking ke wilayah Asia yang mungkin memeluk agama Islam. Walaupun tetap menyembah dewa-dewa Nordik, mereka akan menjalin hubungan baik dengan bangsa setempat.

“Ciri khas pelaut Viking yang melawat ke negara-negara Timur biasanya beradaptasi dengan budaya setempat,” ujarnya.

Pertemuan umat Islam dan Bangsa Viking dilaporkan oleh Ahmad Ibnu Fadlan, pejabat Kekhalifahan Abbasiyah yang berkelana ke Asia Tengah.

Fadlan, lewat catatan tertanggal 921 Masehi, menyatakan pedagang dari Baghdad membeli perak dan barang bawaan pengembaraan Viking di Laut Kaspia atau di pinggir Sungai Vola, sekarang wilayah Rusia.

Rusia pada masa itu dalam kekuasaan khalifah yang berpusat di Irak. Menurut Fadlan, fisik orang-orang Viking sangat sempurna, bagaikan ‘palem yang kokoh’. Perhiasan dan baju warga Viking didominasi besi, baik lelaki maupun perempuan. Tapi gaya hidup para pelaut itu bagi orang Islam sangat jorok.

“Mereka tidak mencuci badan setelah buang air, atau setelah berhubungan badan. Orang-orang dari utara ini juga tidak cuci tangan setelah makan,” tulis Fadlan.

Kebudayaan khas Viking yang turut disoroti Fadlan adalah ritual pembakaran mayat. Dia mengatakan budak-budak harus ikut mati ketika majikannya meninggal.

“Di kalangan orang kaya mereka menggelar pembakaran yang sangat mewah. Disediakan alkohol dalam jumlah besar di hari budak wanita harus bunuh diri untuk ikut dibakar bersama tuannya.”

Pakar Arkeologi dari Norwegia, Jan Bill, menilai hubungan Islam dan Viking sebetulnya sangat erat. Sayang di masa sekarang, bukti sejarah pertemuan dua bangsa itu sulit diperoleh, sebelum akhirnya cincin Allah ditemukan belakangan.

“Dulu pernah ada temuan koin berbahasa Arab, mungkin asal Kazahkstan. Karena itu kami yakin Viking memang sudah memiliki hubungan dengan wilayah bangsa Muslim di masa lalu,” kata Bill. (Daily Mail / merdeka.com).

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Pos ini dipublikasikan di Islam di Dunia, Sejarah dan Kisah Islam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s