Kebaikan Islam Bawa 18 Ekspatriat Jadi Mualaf

18 Ekspatriat Jadi Mualaf

Beberapa pemuda muallaf dari India dan Filipina berpose untuk foto bersama dengan tamu, undangan di Jeddah. (Foto: AN)

Islam berarti damai, bukan agama radikal dan menakutkan seperti banyak golongan yang kadang memperlihatkan rasa rasis dan kemunafikannya. Islam adalah agama damai yang mengajarkan cinta, hormat dan kebaikan terhadap orang lain dan tidak melakukan diskriminasi terhadap agama-agama lain.

Agama Islam datang untuk menghilangkan rasisme, kebrutalan dankemaksiatan dari muka Bumi. Kebaikan-kebaikan Islam inilah yang berhasil meluluhkan hati 18 orang ini untuk memeluk Islam.

Kembalinya mereka ke Islam disambut oleh lembaga dakwah Maulana Hifzur Rahman Seoharvi Academy. Dua belas pria, termasuk 10 orang dari India dan 6 dari Filipina, memutuskan untuk menjadi muslim setelah mempelajari Islam dengan benar.

Proses pengislaman 18 orang tersebut didahului dengan pembacaan Alquran oleh Mohammad Karem yang sebelumnya mengenalkan Islam kepada dua mualaf asal India, Ali dan Othman. Mereka sebelumnya bernama Ram Babu dan Pushpinder.

Demikian juga dengan Shinand Austria, Nelson Erna, Orly Balbastro, Boye Sayson Rhiman dari Filipina yang mengubah nama mereka menjadi Faisal, Yousuf, Ali dan Abdullah. Mereka semua telah menerima Islam beberapa bulan sebelumnya.

Ali dan Othman kemudian berbagi kisah tentang bagaimana perjuangan mereka dalam menerima Islam dan betapa bahagianya mereka mendapatkan jalan yang lurus.

Ali mengatakan dia berasal dari Fatehpur, sebuah kota di utara Uttar Pradesh. Dia memiliki banyak teman muslim yang mengajarinya tentang Islam.

“Saya merasakan kedamaian dan kepuasan saat diajak salat oleh mereka untuk pertama kalinya,” kata Ali, menambahkan bahwa saat itu dia belum memutuskan untuk menjadi mualaf. Namun sejak itu dia selalu meluangkan waktu untuk belajar Islam dan akhirnya, dia memutuskan untuk menjadi mualaf.

Namun, kata Ali, karena keputusannya ini, ia dijauhi keluarga. Namun Ali tetap pada pendiriannya karena ia yakin telah menemukan jalan yang benar.

Sementara itu, Othman mengatakan dia tidak punya teman muslim di tempat asalnya di Rajasthan. Namun saat tiba di Jeddah untuk bekerja, dia jadi tahu tentang Mekah dan Madinah.

“Ada banyak sekali tempat suci bagi umat Hindu. Tapi muslim hanya punya Mekah dan Madinah. Saya sangat ingin tahu tentang dua kota suci ini tapi saya diberitahu non-muslim dilarang masuk ke dalamnya,” katanya.

Sejak itu dia ingin tahu Islam dengan membaca Alquran. “Di situlah saya baru menemukan kedamaian dalam hati dan pikiran saya, hingga akhirnya saya menerima Islam.”

Keenam mualaf asal Filipina menemukan Islam setelah bekerja di King Faisal Specialist Hospital. Di tempat ini mereka merasakan perilaku baik dan sikap ramah tamah perawat dan dokter muslim. Sejak itu mereka termotivasi untuk mempelajari Islam. (Ism, Sumber: Arab News, dream.co.id)

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Pos ini dipublikasikan di Muallaf Non-Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s