Steven Byers, Pemuda Kanada Jadi Mualaf: Islam Begitu Logis

Steven Byers

Steven Byers, seorang mahasiswa semester empat, telah belajar banyak akhir-akhir ini. Tetapi studi terbarunya tidak terbatas hanya fisika dan biologi. Byers belajar tentang Islam, agama yang baru-baru ini dia peluk.

Sekitar 2009 atau lima tahun yang lalu, Byers tidak tahu sistem keyakinan apa yang akan dia ikuti. Dibesarkan secara religius, tapi Byers merasa tidak mendapat esensi dari ajaran agamanya.

“Aku sering bertanya mengapa Tuhan memperlakukan diriku, keluargaku, dan teman-temanku seperti ini atau itu? Sepertinya tidak masuk akal bagiku hingga aku merasa marah.”

Namun kini setelah memeluk Islam, Byers merasa lebih tenang dan fokus. Perjalanan Byers menemukan Islam dimulai setelah sepanjang musim semi 2011, teman-temannya mendorongnya untuk belajar lebih dalam tentang Islam.

Setelah belajar Islam dengan benar, Byers menemukan bahwa agama ini adalah sistem keyakinan yang sempurna dan ‘nyambung’ dengan pikirannya.

Maka, di musim panas 2012, Byers merasa mantap masuk Islam dengan mengucap kalimat syahadat. “Sekali mengucapkan kalimat itu dan meresapinya dalam hati serta jujur pada diri sendiri, maka Anda menjadi seorang muslim.”

Abdullah Hamza, profesor di University of New Brunswick di Kanada, mengatakan satu alasan mengapa orang berbondong-bondong memeluk Islam karena ada sesuatu yang hilang dalam kehidupan mereka.

Presiden Frederiction Islamic Association Kanada itu menambahkan, Islam menuntun umatnya untuk tidak terlalu silau dengan duniawi sehingga mereka bisa mendapat kedamaian dalam diri.

“Islam mengajarkan umatnya untuk berdoa sebanyak 5 kali dalam sehari agar bisa melepaskan diri sejenak dari kehidupan duniawi yang penuh liku.”

Hal-hal lain dalam Islam yang dapat menguatkan iman dan mendapat kedamaian adalah melakukan salat lima kali sehari, membaca Alquran, berpuasa, beramal dan menunaikan ibadah haji.

Byers belum memutuskan berhaji ke Mekah tapi dia sudah menjalankan puasa Ramadan pertamanya.

“Berpuasa di bulan Ramadan mengajarkan kedisiplinan dan kerendahan hati. Membuat Anda menyadari bagaimana kehidupan orang-orang yang susah mencari makan,” kata Byers.

Ia merasa mudah menyesuaikan diri dengan Islam karena merasa dasar-dasar kedamaian, kedermawanan, dan perbuatan baik sudah menjadi bagian dari karakternya.

“Jadi Islam seperti merasuk begitu saja kepadaku. Islam sebenarnya selalu bersama kita sepanjang waktu. Kita terlahir sebagai Islam. Kita akan menemukan Islam saat siap menerimanya.”

Byers mengatakan penting bagi orang-orang untuk belajar sedikit tentang Islam, bahkan jika itu tidak lebih dari sekedar membersihkan kesalahpahaman Islam sebagai agama teror.

Ia menambahkan jika orang-orang mengaplikasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan mereka, seperti dia, mereka mungkin menemukan kedamaian yang mereka bahkan tidak tahu mereka sedang mencarinya. (Ism, Sumber: OnIslam.net)

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Pos ini dipublikasikan di Muallaf Non-Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s