Paus Fransiskus: Alquran Kitab Perdamaian

paus-fransiskus-berdoa-di-masjid-istanbul

Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Sultan Ahmed di Istanbul, Turki, pada Sabtu 29/11/2014 lalu. Di tempat ibadah berjuluk Masjid Biru itu, Paus memejamkan mata sejenak. Kedua telapak tangan dia satukan di depan dada. Kepalanya juga tertunduk. Pimpinan umat Katolik dunia itu berdoa.

“Semoga Tuhan menerima ini,” kata Mufti Istanbul, Rahmi Yaran di akhir doa kepada Paus yang berdiri di sebelahnya, sebagaimana dikutip dari Saudi Gazette, Minggu 30 November 2014.

Doa Paus ini merupakan upaya menunjukkan penghormatannya kepada Islam. Serta mendorong hubungan antarumat beragama. Apa yang dilakukan Paus Fransiskus ini sama persis dengan yang pernah dilakukan pendahulunya, Paus Benediktus XVI, yang berkunjung ke masjid Turki pada 2006 silam.

Kala itu, Vatikan memberi penjelasan bahwa apa yang dilakukan Paus Benediktus XVI itu ‘meditasi’. Sebagai tanda rekonsiliasi antara umat Kristiani dengan Islam. Dan cara itu dilanjutkan oleh Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Turki kali ini.

Masjid Biru Istanbul ini mulai dibuka pada 1616. Tempat ini menjadi lokasi yang paling terkenal di Turki. Nama Masjid Biru disematkan karena banyaknya ornamen keramik Iznik warna biru yang berada di ruang utama masjid tersebut.

Setelah mengunjungi masjid peninggalan luar biasa Ottoman itu, Paus Fransiskus menuju ke museum Hagia Sophia. Bangunan yang mulanya difungsikan sebagai gereja, masjid, dan sekarang digunakan sebagai museum.

Alquran Kitab Perdamaian

Setelah melakukan kunjungan selama tiga hari di Turki, Paus Fransiskus menyimpulkan bahwa Islam merupakan agama yang damai. Dia menolak stigma buruk yang diberikan oleh sekelompok kecil kalangan di dunia.

“Alquran merupakan kitab perdamaian. Ini adalah kitab nubuatan untuk perdamaian,” kata Paus Fransiskus sebagaimana dikutip dari laman On Islam, Selasa 2 Desember 2014.

Selama kunjungan ke Turki, Paus asal Argentina tersebut beremu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, dan Kepala Urusan Agama Turki, Mehmet Gormez.

Paus Fransiskus juga berkunjung ke Masjid Biru di Istanbul. Di sana, Paus berdoa. Sesudah itu, berkunjung ke Museum Hagia Sophia, yang pernah difungsikan sebagai gereja dan masjid itu.

Paus menambahkan, ada pandangan yang keliru tentang Islam. Terutama tentang terorisme yang selalu dikaitkan dengan Islam. “Anda tidak bisa mengatakan itu, seperti juga mengatakan semua umat Kristiani adalah fundamentalis,” tutur dia.

“Kita sama-sama punya [fundamentalisme]. Semua agama punya kelompok kecil ini,” tambah pria berusia 77 tahun tersebut.

Paus Fransiskus meminta seluruh pemimpin Muslim untuk mengeluarkan kecaman terhadap aksi terorisme, untuk membantu meruntuhkan stigma lekatnya Islam dan kekerasan.

“Saya katakan kepada Presiden [Erdogan] ini akan mejadi indah jika pemimpin Muslim, apakah pemimpin politik, keagamaan, atau akademik, akan berkata dengan jelas dan mengutuk terorisme sebab dunia akan membantu mayoritas masyarakat Muslim,” tutur Paus. (Dream.co)

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Pos ini dipublikasikan di Berita Islam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s