Claire Biskill, Cinta Itu Membuat Wanita Pemabuk Ini Masuk Islam

Claire Biskill

Inilah kisah hidup Claire Biskill. Mualaf asal Inggris. Masa muda perempuan 37 tahun ini dilewatkan dengan berhura-hura. Saban hari menenggak minuman keras. Menari di bar dengan setengah telanjang saat waktu malam. Pergaulannya sungguh bebas.

“Sebelum menjadi ibu, saya selalu berpikir tak masalah membawa pulang seorang lelaki setelah keluar malam,” tutur Claire dikutip dari Mirror.co.uk, Jumat 19 Desember 2014 lalu.

Penari Opera Seksi

Kehidupan Claire Muda sungguh tak sehat. “Saya bisa merokok 40 batang sehari. Aku seperti cerobong asap dan hampir selalu memegang rokok di tangan saya.”

Pada 2012 silam, perempuan yang punya tiga anak, yang masing-masing berusia 18, 16, dan 6 tahun itu, belajar burlesque, penari opera. Sejak itu, Claire secara rutin menari-nari dengan mengumbar bagian tubuhnya.

“Saya menari secara rutin, dimulai dengan berpakaian dan berakhir hanya dengan pakaian dalam,” tutur Claire. Gaya hidup itu berimbas pada keluarga. Rumah tangga yang dia bina selama delapan tahun kandas pada 2013 silam.

Di tahun yang sama, Claire memperdalam ilmu pariwisata pada sebuah perguruan tinggi. Keputusan inilah yang menuntunnya menemukan Islam. Di tengah masa belajar itu, dia berkunjung ke Gambia, sebuah negara di Afrika Barat.

Dilamar Calon Suami

Kunjungan yang dilakukan tahun 2013 telah mempertemukannya dengan Sarif Jallow. Pemuda berusia 28 tahun yang hangat dan baik hati. Kala itu, Claire langsung jatuh cinta. “Ini cinta pada pandangan pertama. Dia seorang guru, sangat cerdas dan baik hati,” tutur dia.

“Saat hari terakhir perjalanan pada Maret 2014 silam dia berkata mencintai saya. Saat tiba di bandara, saya menangis dan terus menangis selama tiga jam tanpa henti,” tambah Claire.

Setelah sampai di rumah, Claire menerima telepon dari Sarif. Dalam waktu sepekan itu, pemuda yang baru dikenal itu selalu menelepon di waktu malam. Hingga pada akhirnya melamar Claire melalui telepon itu, hati ibu tiga anak ini pun tergetar.

Namun Claire sadar. Keyakinannya berbeda dengan Sarif yang seorang Muslim. Sehingga dia mencari tahu tentang Islam karena dalam setiap telepon itu Sarif juga berbicara tentang agama.

“Saya dengan cepat merasa nyambung. Ini [Islam] berisi perdamaian, empati, cinta, dan kebaikan, semuanya saya yakini. Saya sadar saya harus menjadi seorang Muslim,” kata Claire.

Masuk Islam

Keputusan untuk menjadi mualaf semakin kuat. Pada Juni 2014 silam, Claire mengucap Syahadat. Nama Claire Biskill pun diganti dengan Jameela. Secara perlahan dia pelajari Islam. Pada bulan Ramadan 2014 lalu, dia juga turut berpuasa.

“Itu sulit tetapi sangat memuaskan. Pikiran romantis dilarang selama bulan Ramadan, jadi saya tidak berbicara dengan Sarif di siang hari karena mendengarkan suaranya bisa membangkitkan syahwat.”

Claire juga telah menceritakan masa lalunya kepada Sarif. Dan pemuda yang dia cinta itu tercengang. Namun bisa menerima karena kemauannya untuk berubah.

Kini, Jameela benar-benar belajar hidup sebagai Muslimah. Dia mulai belajar berkerudung. Dan juga menyantap makanan halal. “Saya berjalan sepuluh mil untuk memastikan membeli makanan halal,” kata dia.

Kebiasaan lama yang penuh dengan kehidupan glamor juga dia tinggalkan. Bar yang dulu menjadi rumah keduanya sudah tak pernah dia datangi lagi. “Saya tidak bisa membayangkan memamerkan tubuh saya seperti itu [menari burlesque]. Saya sangat malu dengan perilaku saya.”

Kehilangan Sebagian Temannya

Namun, jalan hidup sebagai Muslimah tak mudah. Dia mendapat perlakuan kurang baik dari teman-temannya. Bahkan sebagian dari mereka memutus persahabatan itu. “Orang yang saya kenal menarik jaket mereka ke atas kepala dan berlari berkeliling sambil berteriak ‘Saya Jameela’. Saya juga telah dipanggil teroris oleh orang lain dan juga mantan teman-teman saya,” ucap dia.

Meski kehilangan sebagian teman, Claire yang merasa terlahir kembali dengan nama Jameela itu mendapat gantinya. Dia kini bisa hidup damai bersama komunitas Muslim di lingkungannya.

“Komunitas Muslim sangat terbuka. Saya diundang ke rumah mereka. Saya tidak pernah merasa lebih bahagia atau sehat sebelum ini. Dan semua itu, terima kasih telah berjumpa Sarif,” kata Jameela.

Perempuan yang di waktu muda doyan mabuk-mabukan itu mengganti malam-malamnya dengan beribadah. “Saya salat lima waktu. Saya juga mulai membaca Alquran terjemahan, karena saya tidak bisa berbahasa Arab dengan baik,” tutur dia. (Dream.co)

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Pos ini dipublikasikan di Muallaf Non-Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s