Gaza Palestina: Beginilah Sukacita Korban Serangan Israel di Bulan Ramadhan

anak merenung di gaza

Alih-alih menikmati perayaan dan pesta di malam hari, warga Palestina di Gaza kini menghabiskan bulan suci Ramadhan dengan meringkuk di rumah mereka dan juga di penampungan (shelters) sementara dari ancaman bom Israel. Karena tidak ada tempat yang aman untuk saat ini di Gaza.

Muslim di Gaza Palestina berpuasa pada siang hari di bulan Ramadan dan ketika matahari terbenam biasanya akan membawa suasana mirip karnaval di jalan-jalan padat di seluruh Gaza

Jalanan begitu meriah, dengan rentetan lentera yang digantung di atas gang-gang dan anak-anak bergembira sambil bermain sampai dini hari. Namun kini keadaannya sangat berbeda.

http://occupiedpalestine.files.wordpress.com/2013/07/gaza-children-ramadan-2013-photo-by-qudsnet.jpg

Kemeriahan Gaza dikala bulan suci Ramadhan 2013 lalu (occupiedpalestine.wordpress).

http://occupiedpalestine.files.wordpress.com/2013/07/ramadan-preparations-gaza-july-8-2013-photo-by-paltoday-27.jpg?w=588&h=390

Kemeriahan Gaza dikala bulan suci Ramadhan 2013 lalu (occupiedpalestine.wordpress).

http://occupiedpalestine.files.wordpress.com/2013/07/ramadan-preparations-gaza-july-8-2013-photo-by-paltoday-16.jpg?w=588

Kemeriahan Gaza dikala bulan suci Ramadhan 2013 lalu (occupiedpalestine.wordpress).

Suhair Abu Jalilah dan dua anak perempuannya adalah salah satu dari sekitar 17.000 warga Palestina yang meninggalkan rumah mereka di Gaza dan tak bisa sekolah setelah PBB memperingatkan bahwa Israel akan membom lingkungan mereka.

“Tidak ada sukacita di bulan suci Ramadhan pada tahun ini. Kami tidur di kasur yang berada di lorong-lorong yang ramai ditempati. Mereka memberikan kami makan malam berbuka puasa, tapi kadang kali kita makan bubur dan nasi tim,” katanya, tepat saat itu terdengar drone Israel sedang berdengung melintas di atas kepala.

“Kami sudah begitu lelah dan takut. Kami berharap begitu banyak untuk dapat kembali dan merasakan  keamanan dengan segera.”

Jalur Gaza telah menghadapi Ramadhan suram karena melonjaknya pengangguran dan kemiskinan, tapi liburan saat itu bertepatan dengan pesawat Israel yang menggempur wilayah tersebut.

Setidaknya 180 warga Palestina telah tewas dalam pertempuran itu, dan gencatan senjata yang diusulkan oleh Mesir pada hari Senin 14/7/2014, gagal disepakati.

Toko sekarang tertutup dan orang-orang tinggal di dalam rumah, mendengarkan jeritan yang keluar dikala roket dan bunyi bom menggelegar.

Doa di sebagian besar Masjid yang biasanya mengikuti makan malam, telah ditinggalkan setelah Israel menghancurkan satu masjid dan merusak 34 lainnya, menurut Al-Mezan Association for Human Rights. Hampir 260 rumah penduduk hancur dan 1.034 rusak, kata kelompok itu.

Israel mengatakan bahwa Masjid itu digunakan untuk menyimpan roket dan serangan mereka (Israel) hanya menargetkan senjata militan dan personil dan berusaha untuk menghindari korban sipil.

Kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza biasanya akan menandai Ramadan dengan mendirikan dapur umum bagi yang membutuhkan dan menyalurkan tunjangan untuk pekerja di sektor publik.

Tapi anggota politiknya sekarang bersembunyi, sementara pejuangnya sedang berada di garis depan, meninggalkan karyawan dan warga yang saling rendah hati untuk bersama-sama mengatasi krisis.

Seperti kebanyakan pekerja pemerintah lainnya, dokter di bangsal trauma utama rumah sakit Al-Shifa Gaza, belum menerima gaji dalam tiga bulan dan hanya menerima setengah gaji mereka dari empat bulan sebelumnya, semua itu karena krisis uang tunai dalam pemerintahan Hamas dan percekcokan politik internal Palestina.

Namun, petugas medis telah bekerja shift bergantian selama 24-jam setiap hari, mengobati masuknya pasien berdarah dan tanpa kaki. Mereka menjaga puasa dengan tidak minum air atau makan di siang hari dan duduk untuk sahur atau berbuka puasa sederhana, itupun ketika pekerjaan mereka memungkinkan.

“Makan di rumah sakit tentu saja seadanya, tapi jika kita melihat kondisi orang-orang lainnya, Anda akan mensyukuri apa yang telah Anda miliki,” kata Dokter Mohammed Belami.

“Kami tahu bahwa kami akan mendapatkan hikmah kemenangan pada akhirnya, serta hak-hak kami sebagai sebuah negara. Sementara itu, rasanya sangat baik untuk membantu orang, dan itu membantu saya melupakan stres psikologis dan moral rendahku yang akan saya lalui,” katanya.

Sementara itu, Mohammed Silmi yang sedang duduk di tempat tidur rumah sakit, bersujud di sebelah keponakannya yang berusia 14 tahun, yang secara berkala mendengus dan menggeliat kesakitan, gips menutupi lengannya dan banyak sisi kirinya.

Pamannya itu mengatakan, sebuah serangan udara mendarat di sebuah gang di dekat tempat ia dan sekelompok anak-anak lain sedang bermain pada hari Rabu 6/7/2014.

“Bagi kami, bulan Ramadhan kali ini telah hancur. Dia akan selalu ingat sebagai yang terburuk dalam hidupnya.” Kata Silmi. (sumber: worldbulletin.net).

palestina digempur israel Ramadhan 1435H Juli 2014 ANTARA FOTO-REUTERS-Stringer

Asap mengepul dari bangunan yang menjadi sasaran serangan udara Israel, tidak jauh dari sebuah rumah yang hancur dalam serangan udara sebelumnya di Rafah di selatan Jalur Gaza, Jumat (11/7). (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)

Asap mengepul dari bangunan yang menjadi sasaran serangan udara Israel, tidak jauh dari sebuah rumah yang hancur dalam serangan udara sebelumnya di Rafah di selatan Jalur Gaza, Jumat (11/7). (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)

Asap dan api terlihat setelah serangan udara Israel di Rafah, di Jalur Gaza, Jumat (11/7). (Reuters/Abed Sha'at)

Asap dan api terlihat setelah serangan udara Israel di Rafah, di Jalur Gaza, Jumat (11/7). (Reuters/Abed Sha’at)

Buldoser membersihkan puing reruntuhan sebuah rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di Rafah di selatan Jalur Gaza, Jumat (11/7). (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa )

Buldoser membersihkan puing reruntuhan sebuah rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di Rafah di selatan Jalur Gaza, Jumat (11/7). (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa )

Warga Palestina bersama tim penyelamat mencari korban di bawah reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di Rafah di Jalur Gaza, Jumat (11/7). (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa )

Warga Palestina bersama tim penyelamat mencari korban di bawah reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di Rafah di Jalur Gaza, Jumat (11/7). (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa )

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Pos ini dipublikasikan di Berita Islam, Kisah Muslim. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s