Kisah Rasulullah melarang umat Islam memulai peperangan

Kisah Rasulullah melarang umat Islam memulai peperangan

Islam merupakan agama yang penuh rahmat dan sangat menjunjung tinggi perdamaian. Meskipun pernah disebarkan melalui perang, namun Islam tidak memiliki ajaran yang memuat perintah agar pemeluknya memulai peperangan.

Hal itu diajarkan Rasulullah beberapa saat sebelum peperangan besar di padang Badar berlangsung. Kala itu, perang besar pasti terjadi sesudah duel antara masing-masing satria baik dari kubu umat Islam maupun dari kubu kaum kafir Quraisy.

Kala itu, Rasulullah memberikan peringatan kepada seluruh tentara Muslim yang akan berperang,

“Hai manusia, janganlah kamu mencita-citakan hendak bertempur dengan musuh dan mohonlah keselamatan kepada Allah. Akan tetapi, jika kamu bertemu dengan musuh, hendaklah kamu bertahan (berani bertempur dengan musuh). Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya surga itu di bawah naungan pedang.”

Selain itu, Rasulullah juga berpesan kepada tentara Muslim untuk tidak memerangi Bani Hasyim. Ini karena Rasulullah memandang Bani Hasyim sebenarnya tidak berniat untuk terlibat dalam peperangan, tetapi dipaksa oleh kelompok Quraisy yang lain.

“Sesungguhnya saya mengetahui bahwa beberapa orang laki-laki dari Bani Hasyim dan lain-lainnya, mereka itu dikeluarkan dengan paksa untuk berperang, padahal mereka itu tidak ada kemauan untuk memerangi kita. Oleh sebab itu, barangsiapa di antara kalian bertemu dengan salah seorang dari Bani Hasyim, janganlah ia membunuhnya, barangsiapa bertemu dengan Abal Bakhtari bin Hisyam, janganlah ia membunuhnya, dan barangsiapa bertemu dengan Abbas bin Abdul Muthalib, janganlah ia membunuhnya, karena sesungguhnya ia dikeluarkan untuk berperang dengan paksa.”

Setelah Rasulullah memberikan pesan tersebut, salah seorang sahabat bernama Abu Hudzaifah bertanya kepada Rasulullah:

“Mengapa begitu, ya Rasulullah? Tidakkah engkau menyuruh supaya kami memerangi ketua-ketua kami, orang-orang tua kami, anak-anak kamu, saudara-saudara kami dan kawan-kawan kami yang masih dalam kemusyrikan, tetapi engkau melarang kami membunuh Abbas, bukankah ia dari kaum musyrikin juga? Demi Allah, jika saya bertemu dengan dia, akan saya tebas lehernya.”

Namun, Rasulullah tetap melarang hal itu.

“Janganlah mereka dibunuh, karena mereka dipaksa untuk ikut berperang bersama kaum musyrikin,” kata Rasulullah.

Seluruh tentara Islam mematuhi hal itu, dan golongan Bani Hasyim benar-benar tidak diperangi oleh pasukan Islam.

(Disarikan dari buku ‘Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad’ Moenawar Chalil).

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Pos ini dipublikasikan di Kisah Nabi & Sahabat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s