Abdullah bin Umar, sahabat Rasulullah yang membenci kekerasan

islam-means_peace

Abdullah bin Umar merupakan sahabat Rasulullah yang sangat membenci kekerasan. Padahal, dia beberapa kali terlibat dalam peperangan bersama Rasulullah saat mempertahankan Islam.

Sepeninggal Khalifah Usman bin Affan yang meninggal akibat terbunuh, Abdullah dipaksa oleh sebagian kaum Muslim untuk menjadi Khalifah.

Kala itu, jabatan Khalifah sedang diperebutkan oleh pendukung Ali bin Abu Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan. Kaum Muslim mendatangi rumah Abdullah dan memintanya menjadi Khalifah.

“Wahai, Abdullah bin Umar, Anda adalah seorang pemimpin, keluarlah agar kami dapat berbaiat kepada Anda,” terang kaum Muslim.

Abdullah menolak teriakan itu.

“Demi Allah, seandainya bisa janganlah ada darah tertumpah walaupun setetes karena aku,” balas Abdullah.

islam damaiKaum Muslim pun terus memaksa agar Abdullah mau menjadi Khalifah. Dia pun mengajukan syarat yang pada akhirnya tidak pernah dapat dipenuhi oleh kaum Muslim.

Syarat tersebut adalah Abdullah mau menjabat Khalifah asalkan kaum Muslim membaiatnya tanpa paksaan.

Jika baiat dipaksakan sebagian Muslim terhadap Muslim yang lain dibawah ancaman pedang, Abdullah menolak menjadi Khalifah.

Syarat itu sulit terwujud karena kaum Muslim telah terpecah ke dalam firqah-firqah (golongan-golongan) tertentu.

Abdullah kemudian berkata, “Allah telah mengharamkan atasku untuk menumpahkan darah seorang Muslim.”

Dia kemudian melanjutkan, “Kita sudah melakukan itu, memerangi orang-orang musyrik hingga agama itu semata bagi Allah. Tetapi sekarang apa tujuan kita berperang?”

“Aku sudah mulai berperang sejak berhala-berhala memenuhi Masjidil Haram, dari pintu sampai ke sudut-sudutnya, hingga akhirnya semua dibasmi Allah dari bumi Arab. Sekarang apakah aku akan memerangi orang yang mengucapkan ‘La ilaaha illallah‘?”

Demikianlah kisah singkat Abdullah bin Umar, sahabat Rasulullah yang membenci kekerasan terhadap sesamanya. (sumber: merdeka).

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Pos ini dipublikasikan di Kisah Nabi & Sahabat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s