Muslim Estonia, potret perjuangan melawan diskriminasi

muslim brotherhood

Mereka mengalami berbagai tekanan hanya karena berbeda agama. Komunitas muslim Estonia merupakan sebuah potret bagaimana tindakan diskriminatif masih terjadi di negara-negara barat. Mereka acapkali mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dari pemerintah sekitar.

Padahal, Estonia merupakan negara modern yang sangat menghargai demokrasi. Tetapi, berbagai tindakan diskriminatif masih saja terjadi.

Dalam sebuah catatan yang dibuat Teguh Setiawan pada buku ‘Denyut Islam di Eropa’, komunitas Muslim Estonia merupakan Muslim Tatar yang bermigrasi karena perang saudara di negaranya. Komunitas Muslim ini pun mengalami berbagai tekanan ketika menetap di Estonia, bahkan sampai kehilangan bahasa ibunya.

Tahun 1920, Estonia dikuasai Tentara Merah Rusia. Rezim Komunis memaksa mereka bermukim bersama komunitas pemukim paksa sekaligus dilarang berkata menggunakan bahasa selain bahasa Rusia. Hal itu berpengaruh pada terhambatnya penyebaran Islam.

Kemudian, di penghujung tahun 1980-an, sentiman anti Moskow mencuat. Terjadi serangan besar-besaran dari warga Estonia terhadap setiap orang yang berbahasa Rusia.

Hal ini menjadi ancaman bagi Muslim Tatar. Mereka menjadi target dalam serangan itu lantaran fasih menggunakan bahasa Rusia.

Usai penyerangan itu, kondisi Muslim Tatar di Estonia menjadi sangat memprihatinkan. Keberadaan mereka ditolak oleh sebagian besar penduduk Estonia dengan alasan perbedaan agama.

Hal ini membuat salah satu anggota komunitas Muslim itu bernama Timur Seifullen mengirimkan surat terbuka kepada pemimpin gereja Lutheran Estonia, Leopoldo J Niilus. Dalam surat itu, secara tegas Seifullen meminta agar masyarakat Estonia menerima komunitas Muslim Tatar menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Ini karena Komunitas Muslim Tatar juga turut berkorban dalam upaya pembebasan Estonia dari cengkeraman Rusia. (merdeka)

Pos ini dipublikasikan di Islam di Dunia dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s