Morales: Islam Agama yang Mengajarkan Perdamaian

muslim prayingMorales sempat hidup sebagai imigran gelap di Amerika Serikat. Ia pergi mengadu nasib ke AS dari Meksiko untuk mendapat penghidupan yang lebih baik. Sayang, ia kurang diterima di Negeri Paman Sam tersebut.

Meski akhirnya ia sukses mendapatkan kewarganegaraan AS, Morales kesulitan berkomunikasi. Ia tidak memiliki teman. “Aku benar-benar kesulitan,” kisahnya seperti dikutip Muslimvillage.com, Sabtu (18/1/13).

Sempat ada keinginan dari Morales untuk kembali ke negeri kelahirannya. Tapi itu tidak menjamin masa depannya. Sebabnya, ia mencoba untuk lebih mandiri dan bekerja keras. Perjuangan itu pun berbuah. Ia mampu menyelesaikan kuliahnya.

Perkenalannya dengan Islam bermula saat Morales menjadi saksi tragedi 9/11 yang menggemparkan dunia. Ia mendengar banyak hal tentang Islam dan umat muslim melalui pemberitaan televisi.

Namun, ia lebih banyak mendengar informasi negatif. Karena penasaran, ia coba melakukan riset sederhana.

“Islam itu agama yang mengajarkan perdamaian. Saya kira, apa yang terjadi tidak masuk akal,” kenang dia. Ia mulai membaca Al-Quran. Ia juga banyak berdiskusi dengan temannya yang muslim.

Akhirnya, Morales memberanikan diri mengunjungi sebuah masjid. Keyakinan akan Islam membuatnya memutuskan menjadi mualaf pada 2003.

“Alhamdulillah, kini aku aktif berdakwah di North Hudson Islamic Educational Center,” kata dia.

Sejak resmi menjadi seorang muslim, Morales aktif berdakwah. Selain berdakwah di North Hudson Islamic Educational Center, ia juga bekerja di lembaga Islamic Center North Amerika (ICNA).

Semenjak ICNA menjalankan proyek ‘Why Islam’, lembaga yang didirikan sebagai tempat berkonsultasi atau pertanyaan seputar Islam dan muslim, boleh dikatakan begitu bekerja keras. Karena kewalahan, lembaga ini membutuhkan tenaga bantuan.

Morales kemudian ditunjuk sebagai kordinator dakwah di kalangan Hispanik. Ia mengaku begitu gembira berdakwah lewat proyek ‘Why Islam’. Ajaibnya, proyek itu membuatnya rutin mengunjungi Meksiko. Di negeri kelahirannya, Morales mengemban misi penting.

Ia merasa sudah saatnya bertugas menyampaikan pesan Islam kepada komunitasnya. Di Meksiko, ia membawa literatur tentang Islam untuk diperkenalkan kepada warga pribumi.

“Aku kira, banyak perempuan Hispanik yang telah menjadi muslim kembali ke negara kelahirannya, lalu memperkenalkan keindahan Islam kepada saudara-saudaranya,” kata dia seperti dikutip Muslimvillage.com.

Sayangnya, setiap kali pulang kampung, keluarga besarnya belum bisa menerima keputusannya memeluk Islam. Namun, perlahan tapi pasti, Morales akhirnya memutuskan berbicara tentang identitas barunya.

“Aku kira, Islam masih sangat asing di Meksiko. Tapi sebagian dari mereka sangat tertarik memeluk Islam,” aku Morales.

Ke depan, tugas Morales tentu akan kian menantang. Stereotif negatif, perkembangan kelompok anti-Islam dan pemberitaan negatif media Amerika Serikat, masih menjadi tugas berat umat Islam AS yang perlu diselesaikan.

Tentunya, Muslim AS akan menanti sumbangsihnya dan muslimah-muslimah Hispanik lainnya.

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic

Pos ini dipublikasikan di Muallaf Non-Indonesia dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s