Caleb Carter, Terganggu dengan Interpretasi yang Keliru Tentang Islam

Caleb CarterPeringatan Tragedi 11 September kembali mengaduk-aduk emosi publik Amerika. Banyak yang masih memendam amarah, namun tak sedikit yang memperingatinya sebagai awal titik balik dalam hidupnya.

Caleb Carter, salah seorang di antaranya. Warga pinggiran Detroit, Dearborn, negara bagian Michigan ini mengenang tragedi 11 September 2001 sebagai titik balik perkenalan dirinya dengan Islam.

Tak disangka, kebencian guru sekolahnya terhadap Islam justru menjadi gerbang pembuka hatinya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Saat saya mempelajari bahasan Dunia Non Barat, oleh guru saya dikatakan Islam sama dengan teroris,” kenang Carter menirukan suara gurunya saat menetap di Columbia.

Carter tidak menelan mentah-mentah opini sang guru. Ia menolak untuk menghakimi suatu keyakinan tanpa ada pengetahuan yang cukup. Ia pun mulai mempelajari Islam dan agama lain.

Semenjak tahun 2006, ia mantap memilih Islam

Orang tua Carter sempat tidak merestui sang anak memutuskan masuk Islam. Pertimbangan orang tua Carter merujuk pada kisah John Walker Lindh, seorang Amerika yang kemudian menjadi pejuang Taliban. Ia selanjutnya ditangkap dan dipenjara selama 20 tahun lantaran ketahuan memberikan bantuan kepada pemerintahan Taliban di Afganistan.

“Mereka hanya membayangkan apabila saya menjad Muslim. Mereka berusaha menanyakan apa saya benar-benar yakin dengan Islam. Mereka peka namun begitu menerima,” ungkapnya.

Kepada orang tuanya, Carter mengatakan yang salah bukan berasal dari ajaran Islam sendiri melainkan hasil interpretasi yang keliru tentang Islam.

Selayaknya warga AS yang memeluk Islam semenjak tragedi 11 September, tekanan, ejekan, bahkan makian menjadi ‘menu’ hariannya. Namun, ia menghadapinya dengan besar hati.

“Saya secara personal tidak merasa terganggu. Hanya saja, komentar yang disampaikan para anggota parlemen dan kandidat pemimpin sangat mengganggu. Terang-terangan mereka salah kutip ayat Alquran. Itu mengingatkan saya dengan perkataan gurunya satu dekade lalu,” papar Carter.

Reaksi-reaksi semacam itu, membuat Carter merasa khawatir. Tanpa diimbangi dengan usaha memberikan pemahaman yang benar tentang Islam, maka selamanya Muslim akan didiskreditkan.

Lantaran itu, Carter berniat untuk memperdalam ilmunya sehingga mampu memberikan sumbangsih bagi saudara-saudara seriman yang lain dalam berjuang meluruskan pemahaman yang salah tentang Islam, baik di kalangan umat sendiri, maupun di luar komunitas mereka.

IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic

Pos ini dipublikasikan di Muallaf Non-Indonesia dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s