10 Tahun Tak Pernah ke Gereja, Julio Akhirnya Masuk Islam

“SAYA ini adalah manusia, saya ingin menjadi manusia yang memiliki agama. Saya sangat ingin merasakan damainya hati ini ketika saya beribadah,” begitulah jawaban yang dilontarkan oleh Julio Hermanis ketika ia beserta segenap kerabatnya datang bersilaturahim ke Graha SPU Purwakarta, Rabu (18/09/2012).

Datang dari Bandar Lampung sepuluh tahun yang lalu membawanya pada sebuah keputusan yang ia ambil atas dasar hati kecilnya. Julio Hermanis atau sering disapa Julio adalah anak pertama dari lima bersaudara. Terlahir dari orangtua yang memiliki keyakinan yang bersebrangan hingga akhirnya ia ikut kedalam keyakinan Ibunya, Kristen.

Entah mengapa, Julio lebih memilih agama ibunya. “Mungkin karena Ibu adalah sosok yang paling dekat dengan saya kala itu, sementara ayah yang seorang muslim telah lama meninggal. Meninggal dalam keadaan Islam,” ujar Julio kepada islampos.

Selama hidupnya Julio merasakan hal yang aneh pada dirinya sendiri. Ia tak pernah merasa nyaman ketika ia pergi beribadah ke gereja sebagaimana penganut Kristen protestan pada umumya hal itu juga yang membuatnya selama sepuluh tahun tidak pernah pergi beribadat ke Gereja.

Sedikit demi sedikit, ia mulai mencari info tentang agama Islam. Ia mencari informasi dari dari layanan internet. Perlahan namun pasti hal itu menjadi sangat berpengaruh dalam kemantapannya untuk menjadi seorang mualaf.

“Saya sering ikut Shalat Jum’at bersama umat muslim yang lainnya, walaupun saya tidak tahu bagaimana tata caranya. Dan saya merasakan kedamaian ketika saya sholat,” papar Julio dengan mata berkaca-kaca.

“Dan atas dorongan dari hati kecil saya, saya memutuskan untuk memeluk agama Islam. Karena saya ingin beribadah dengan tenang dan damai,” tambah Julio.

Sekitar pukul 20:00 WIB di hadiri para ustad, segenap kerabatnya, di Graha SPU Purwakarta Julio Hermanis mengucap dua kalimat syahadat. Ust Ahmad Muhaimin, yang selama ini menjadi pengisi taujih di islam pos membimbing Julio mengucapkan dua kalimat syahadat.

julio

Rasa bahagia terpancar dari raut wajah Julio Hermanis dan seluruh orang yang menyaksikan momen sakral tersebut. Kini Julio adalah seorang Muslim.

SPU Purwakarta, sebagai media yang menjembatani mualaf-nya Julio, memberikan bingkisan untuk Julio, satu mushaf Al-Quran, peci dan yang lainnya. SPU Purwakarta juga memberikan beasiswa kepada Julio untuk belajar tentang Islam di Pusat Studi Islam Purwakarta.

IslamIsLogic.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Muallaf Indonesia. Tandai permalink.

Satu Balasan ke 10 Tahun Tak Pernah ke Gereja, Julio Akhirnya Masuk Islam

  1. siti sara berkata:

    BERSYUKUR KEPADA ALLAH YANG TELAH MEMBERI HIDAYAH PADAMU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s