Terisolasi Karena Menjadi Mualaf? Ini Solusinya

Satu tantangan terbesar seorang mualaf setelah memeluk Islam adalah terisolasi dari keluarga dan lingkungan. Kondisi itu juga didukung dengan rasa tidak nyaman dari mualaf ketika berada di lingkungan non-muslim.

Pendiri Super Muslimah Project, Amal Stapley, mengungkap situasi itu sangat wajar. Setiap mualaf butuh proses untuk merasa nyaman. “Tentu, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi,” kata dia seperti dikutip onislam.net, Rabu (21/11/2012).

Faktor yang dimaksud mencakup dimana mualaf tinggal, dukungan masyarakat, status perkawinan, proses mualaf memeluk Islam, pemahaman dan harapan, dan kepribadian mualaf sendiri.

Menurut Amal, Allah Subhanahu Wa Ta’ala membawa setiap mualaf menuju jalur yang terbaik dengan sebelumnya memberikan semacam tes untuk mengkonfirmasi level keimanan mualaf.

“Memang tidak ada hal yang baku dalam masalah ini. Yang pasti, butuh penyesuaian dengan melihat dari kebutuhan si mualaf,” kata dia. Tetapi, Amal menyarankan kepada para mualaf beberapa poin terkait masalah tersebut.

Poin pertama, setiap mualaf harus memiliki harapan yang realistis. “Islam adalah cara hidup ideal. Tapi perlu diketahui tidak setiap muslim baik dan mungkin tidak bisa memberikan bantuan kepada para mualaf, ” kata dia.

Poin kedua, kata Amal, setiap mualaf disarankan untuk bergabung dengan komunitas mualaf. Ini dilakukan guna mempermudah mualaf berbagi pengalaman. “Kalau sulit ditemukan, coba cari via internet atau hubungi masjid terdekat. Insya Allah akan banyak informasi soal komunitas,” kata dia.

Setelah menemukan komunitas, kata dia, cobalah untuk aktif dalam setiap kegiatan. Itu juga membantu mualaf untuk lebih mendalami Islam sekaligus banyak berkenalan dengan sesama mualaf. “Ini sangat berguna dalam proses transisi yang anda alami,” ucapnya.

Poin ketiga, lanjutnya, menjadi bagian dari komunitas masjid. Mengapa demikian, sebab masjid merupakan pusat kegiatan umat Islam. Di masjid, mualaf akan menemukan berbagai komunitas muslim. “Jangan gugup atau malu. Ajaklah siapapun untuk berbicara. Bersosialisasilah. Itu akan bermanfaat bagi anda,” ucapnya.

Poin terakhir, keempat, lanjut dia, coba untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga meski mereka non-muslim. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam misalnya, beliau memperlakukan pamannya dengan penuh cinta kasih. Meski pamannya bukan seorang muslim dan menolak Islam. “Anda tidak tahu, apa rencana Allah Subhanahu Wa Ta’ala soal mereka. Bisa jadi, satu saat mereka akan diberikan hidayah,” tuturnya.

Hal penting lainnya, kerabat atau tetangga yang non-muslim sebelumnya memiliki peran penting dalam kehidupan mualaf. Itu menjadi alasan bagi setiap mualaf untuk tetap memperlakukan mereka dengan baik.

Tentu dengan catatan, hindari permintaan apapun dari mereka yang mendorong mengingkari peringatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Yang anda butuhkan adalah modifikasi posisi anda,” kata dia.

IslamIsLogic.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Berita Islam, Ilmu dan Islam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s