Amber Costa: Islam adalah Jawaban Pencarianku

Amber Costa tumbuh dan besar dalam kepercayaan Katolik. Namun, ia tidak pernah memahami mengapa harus berdoa melalui perantara tidak langsung kepada Tuhan.

Ia juga merasa bingung dengan dosa turunan dan hanya pastor yang bisa menghapuskan dosa tersebut.

“Jujur, aku juga heran. Aku rajin pergi ke gereja dan mengikuti sekolah pendidikan agama. Setelah itu aku tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadi Kristen yang baik,” ujarnya.

Amber memahami kata baik berarti memberi, peduli, dan penyayang. Akan tetapi, ia tidak mengetahui bagaimana melaksanakannya.

Kebingungan itu coba ia hilangkan dengan mencari cara bagaimana berhubungan dengan satu Tuhan. Sembari mencari, ia masih rajin ke gereja dan mendalami ajaran Kristen.

“Sebenarnya, rutinitasku itu tak lebih dari sekedar formalitas yang mengganggu hari libur,” kata dia. Sekali lagi, ia mencoba mencari apa yang ia inginkan pada fondasi ajaran Katolik.

Ia berharap menemukannya. “Aku tahu, aku gagal. Aku akhirnya meninggalkan Katolik dan mencari pilihan yang tepat untukku,” ucapnya.

Ia sempat berpikir untuk mempelajari Yahudi. Namun, niatan itu ia batalkan karena Yahudi menolak kehadiran Yesus. Pilihan selanjutnya adalah Islam.

Amber Costa mengenal Islam ketika mengunjungi Mesir. Ia kemudian mengeksplorasi ajaran Islam melalui Al-Quran dan internet.

Hal pertama yang ia ingat sewaktu membaca Al-Quran adalah ayat-ayat di dalamnya tampak sosok Tuhan tengah berbicara padanya.

“Hal lain yang membuatku tertarik adalah isi Al-Quran tidak pernah berubah setelah masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, semoga rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu menyertainya,” ujar dia.

Semakin mendalami ajaran Islam, ia temukan hal yang dicarinya. Pertama, umat Islam hanya menyembah satu Tuhan. Terakhir, Islam membekali setiap Muslim panduan hidup yang demikian lengkap yaitu Al-Quran dan Al-Hadist.

“Aku akhirnya tahu persis apa yang harus dilakukan. Aku harus menjadi seorang Muslim,” ungkapnya terharu. Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, Amber kembali bingung.

Ia tidak tahu bagaimana menyampaikan kabar keislamannya kepada keluarga dan teman-temannya. “Aku begitu bahagia menemukan Islam, dan merasa kuat karenanya. Tidak mudah memberitahu orang-orang bahwa aku seorang Muslim. Aku berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar menjaga imanku setiap hari,” ucapnya.

Tak lama, Amber mendapat tawaran magang di Mesir. Kebahagiaannya bertambah, karena ia akan memiliki banyak teman. “Alhamdulillah banyak orang yang mendukungku di sana,” pungkasnya.

IslamIsLogic.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Muallaf Non-Indonesia dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s