Elena Pouliasi, Tak sadar berhenti alkohol dan makan daging babi

ATHENA – Melihat penampilannya sekarang, tak ada yang menyangka gadis yang tumbuh di lingkungan kelas menengah Yunani ini belum pernah bersinggungan dengan Ilam sampai ia menginjak usia 20-an tahun.

Elena Pouliasi, kini anggun dalam balutan busana Muslimah. Ia bersyahadat tahun 2010 lalu dengan mengambil risiko yang sangat besar, pecahnya hubungan dengan keluarga besarnya.

Setidaknya, orang tua saya tahu saya ‘jatuh’ ke arah kebenaran, bukan ke jurang narkoba,” ia tersenyum menuturkannya.

Elena mengenal Islam jauh dari negerinya, di Inggris. Ia terbang ke negara itu untuk melanjutkan pendidikan, tiga tahun lalu. Di negara ini, populasi Muslim cukup banyak. Ia kerap bersinggungan dengan mereka baik di kampus atau di sekitar tempat ia tinggal di London.

Seperti kebanyakan orang Yunani, aku tumbuh dengan mentalitas bahwa Muslim adalah orang-orang yang ketat dan tertindas. Aku melihat wanita dengan jilbab dan aku prihatin. Mereka sungguh tak punya kehidupan,” ia menceritakan apa yang ada dalam pikirannya saat sebelum ber-Islam.

Namun makin dekat dengan mereka, Elena menemukan kondisi yang berbeda. Dua sahabatnya di London berasal dari Arab Saudi – ia menggambarkan mereka sebagai sangat cerdas dan berbakat – dan apa yang dibayangkannya tentang ketertindasan sangat jauh dari kenyataan.

Mereka secara alami mengenakan jilbab. Tapi mereka sungguh independen,” katanya.

Elena mulai mencari tahu tentang Islam. Ia juga kerap membaca Quran dalam terjemahan bahasa Yunaninya.

Aku mulai menyadari bahwa aku keliru selama ini. Aku melihat, sebagai contoh, cinta dan menghormati wanita dan ibu adalah utama dalam Islam,” katanya.

Ia makin larut belajar Islam. “Hampir tidak sadar aku berhenti minum dan makan daging babi,” katanya.

Proses ini berlangsung sekitar delapan bulan. “Aku merasa aku mulai hidup sebagai seorang Muslim. Aku berhati-hati saat aku pergi, aku lebih berhati-hati dengan pakaian yang kupakai, aku berhenti bersumpah serapah, dan menjadi lebih murah hati dan sopan,” katanya.

Pada 15 Mei 2010 lalu, ia resmi menjadi seorang Muslimah. Jilbab sempat menjadi hal yang dikhawatirkannya. Pada awalnya, ia mengenakan jilbab ketika ia di keluar kantor, tapi begitu masuk halaman kantornya, ia buru-buru melepaskan dan menyimpannya di dashboard mobilnya. Namun, kini ia konsisten mengenakannya, apapun risiko yang dihadapi. Elena kini memiliki kantor sendiri, sebuah biro penerjemah resmi.

*****

IslamIsLogic.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Muallaf Non-Indonesia. Tandai permalink.

2 Balasan ke Elena Pouliasi, Tak sadar berhenti alkohol dan makan daging babi

  1. Eko berkata:

    Alhmdulillah,smoga Allah memberi perlindungan dan hidayahnya kpd kita smua,,,,amiin

  2. homramusa berkata:

    Sebenarnya kalau orang mau berfikir, ajaran mana yang benar yang melarang daging babi dan alkohol ataukah yang membolehkannya? Ilmu pengetahuah juga telah membuktikan bahwa daging babi membawa banyak penyakit dan pengaruh kejiwaan. Sementata temannya yaitu alkohol tak jauh berbeda menjadi biang penyakit dan efek sampingnya, hilang ingatan.Mengapa mereka tidak memilih Islam?. Pertama, mereka tak kenal Islam. Kedua, mereka telah didoktrin sejak balita untuk phobia terhadap Islam. Ketiga, mereka takut kehilangan kebebasan dalam bermabuk-mabukan, dalam pergaulan yang dibatasi norma, dan sulit meninggalkan kegemaran mengkonsumsi Babi yang menurut mereka enak. Keempat, tidak mengikuti panggilan hidayah Allah.
    Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s