18.000 orang Jerman telah menjadi Muslim sejak 1945 – 2000

Sekitar 18.000 orang Jerman telah menjadi Muslim sejak 1945. Diantara mereka sekitar 4.000 orang keturunan Jerman masuk Islam pada satu tahun terakhir. 80 persen diantaranya beragama asal Kristen.

Demikian seperti dilaporkan oleh Islam-Archieve Central Institute yang berbasis di sebelah barat Kota Soest, Jerman.

Kebanyakan mereka yang beralih agama tersebut, 60 persennya adalah wanita.

Kepala Islam-Archive Central Institute, Salim Abdullah mengatakan bahwa yang masuk Islam itu lebih muda dan memiliki pendidikan yang baik.

Sedangkan pemimpin Muslim yang berbasis di Berlin, Muhammad Herzog, menyebutkan, ada beberapa motivasi yang membuat meningkatnya mereka yang masuk Islam di Jerman, banyak diantaranya berasal dari orang-orang yang dikenal dari penganut Kristen yang taat yang kemudian mereka ragu akan kepercayaanya mereka.

Sementara itu seorang sosiologis, Monika Wohlrab-Sahr, menyimpulkan banyak yang beralih kepada pandangan Islam sebagai “sebuah alternatif yang sangat sejati”.

Tidak cukup hanya itu, ketika Media Jerman secara bertahap menyerang Islam, malah banyak orang-orang yang masuk Islam daripada tahun-tahun biasanya, demikian kata Abdullah.

Keterbukaan dunia maya pun mempengaruhi meningkatnya yang masuk Islam. Saat ini banyak ditemukan website-website Islam berbahasa Jerman, semakin membantu orang Jerman memahami Islam. Bahkan ada sebuah situs yang bukan hanya memberikan penjelasan tentang Islam tetapi juga memberikan pandangan-pandangan atas problema yang terjadi di dunia. Islam memiliki solusi untuk kehidupan, demikian seperti dikutip dari salah satu website Islam berbahasa Jerman, pada www.islam-projekte.com. [syabab.com]

Segudang Muallaf di Jerman
Warga Jerman kini ramai-ramai belajar Islam. Mereka mengaku sama-sekali tidak terpengaruh pada isu perang global melawan terorisme yang dikobarkan Amerika dan menyudutkan umat Islam. Hal itu terungkap dalam laporan Lutz Ackermann, salah seorang jurnalis ternama, di harian Jerman terkemuka Der Spiegel.

Proses perjalanan batin mualaf Jerman umumnya sama. Mereka rata-rata penganut Kristen yang bingung pada ajaran agamanya. Ada beberapa ajaran yang membuat penganutnya ragu akan kebenaran agamanya kata Mohammed Herzog, imam di Masjid Berlin yang sebelumnya justru seorang pendeta. Setelah mencari di berbagai keyakinan, hati mereka tertambat pada Islam.

Angka pindah agama di kalangan kelas menengah Jerman cukup mencengangkan. Kendati media rajin memberitakan tentang terorisme yang dikaitkan dengan Islam, bom bunuh diri dan kekerasan dalam rumah tangga, namun 4.000 warga negara Jerman telah masuk Islam hanya pada bulan Juli 2004 hingga Juni 2005.

Jumlah muallaf meningkat empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya, justru di saat kebencian Barat terhadap Islam makin memuncak tulis laporan itu. Sebagian besar mualaf adalah kaum terpelajar yang masuk Islam atas kesadaran sendiri. Bila tiga tahun lalu kebanyakan mualaf adalah wanita yang pindah agama karena pernikahan, kini justru banyak kaum pria dari kalangan kelas menengah.

Salah satu muallaf yang baru saja menemukan kenikmatan Islam adalah Yahya Schroeder. Sebelumnya, ia adalah remaja biasa yang menikmati hidup dengan hura-hura, pesta, minum alkohol, mabuk-mabukkan dan maksiat lainnya.

Yahya memeluk Islam sejak Nopember 2006. Saat remaja lain sibuk mereguk nikmatnya puncak masa remaja, pria 18 tahun ini justru sedang berada di puncak pencarian spiritualnya. Melalui situs http://www.readingislam.com ia menorehkan kisah perjalanan spiritualnya itu kepada publik, semata-mata untuk berbagi pengalaman dengan sesama saudara se-Islam, terutama yang berdomisili di negara non-Muslim.

Memang, seperti diakui Yahya, hidup sebagai seorang Muslim di Jerman tidaklah mudah. “Jika orang Jerman ditanya apa yang mereka ketahui tentang Islam, maka mereka akan jawab Islam identik dengan yang berbau Arab. Jadi persis seperti sebuah simbol operasi dalam matematika, Islam = Arab. Mereka belum tahu kebesaran Islam yang sebenarnya,” imbuhnya.

“Kala itu aku punya segalanya; rumah mewah, mobil, uang, dan berbagai macam jenis mainan canggih. Aku tidak pernah kekurangan uang, tapi entahlah, aku merasa hidup tidak tenang, selalu gelisah. Kala itu pun aku berpikir untuk mencari “sesuatu” yang lain,” sambungnya.

Melalui ayahnya yang lebih dahulu menjadi muallaf, Yahya mulai tertarik kepada Islam.

Yahya mulai tertarik kepada Islam. Sejak itulah ia mulai serius belajar Islam dan menghadiri forum pengajian rutin setiap bulannya di kota Postda.

*****

-= IslamIsLogic.wordpress.com =-

Pos ini dipublikasikan di Muallaf Non-Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s